Sabtu, 11 Juli 2015

Sebuah Asa

         Memori  juli 2008


Semburat senyummu menaburkan aroma hangat di antara pijar-pijar hatiku,yang mulai membeku oleh kesendirian,yang selama ini terpisah jauh dari dua insan yang sudah menyatu.
tatapan bola mata yang bening dan teduh membuatku ingin selalu berlindung di antara kesunyian dan kesendirian yang jadi penghalang selama terentang.serta.....alunan nada suaramu seolah denting harpa yang dapat memecah kesunyian di antara sudut jiwaku yang rapuh..yang ku rasakan adalah betapa ku menyimpan rindu untukmu.....



Di kala pancaran matahari pagi menyentuh tubuhku
Dan di antara embun yang menyejukan jiwaku
Ku terpaku....
Teringat kerinduanku yang telah membeku


Hangatnya mentari seolah pelukanmu
yang membuai dan membelai kerinduanku
ku terlena...di antara lamunannku
ketika mentari menyeka keringat dinginku

Aku yang sudah melangkah di dunia baru
menuntun setiap gerak yang ku laju
Agar tujuanku tak terhempas luas
Walau ku harus menahan gejolak Asa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar